 | Sing Penting Nduwe Blog... | Jun 8, 2007 |
Jumlah Pengunjung Sementara ini berjumlah:
hari minggu, jalan2 di blog orang, nemu tulisan ini , iseng-iseng nyoba hal yang sama...wuih ternyata keren...aku bisa liat jejaring temen2 ku di fesbuk nih gambarnya:  No 1. Jaringan temen2 di kampus... titik2 pertemuan merupakan temen2 yang punya temen yang sama pada bagian lain. misalnya titik hubung antara lingkaran 1 dan 4, maka temenku yang berada di titik hubung itu memiliki temen yang sama dengan aku di lingakaran 1 dan 4. No 2. Jaringan temen di Kantor No 3. Jaringan temen SMP No 4. Jaringan temen SMA No 5. Jaringan temen KKN Bagian pojok kanan atas, adalah jaringan keluarga (masih dikit yang pake FB), dan titik2 yang tak terhubung ke jaringan2 lain adalah klien, ama kenalan di internet. Setelah menulis blog dengan judul " back to blog" ternyata saya mendapat komentar yang bisa jadi alternatif blogger-blogger yang masih mencintai Fesbuknya juga (seperti saya) yakni dengan menghubungkan keduanya caranya gimana? silahkan baca komen dari blog saya.... back to blog  Akhirnya nyontreng jg..  Dua profesi diatas adalah profesi yang menarik hati saya. Kenapa?  Kalau ditanya alasan khusus saya tak tahu, tapi ada hal-hal yang saya sukai dari kedua profesi diatas. Arkeolog dan Guru adalah dua pekerjaan yang bergelut dengan pengetahuan. Arkeolog merupakan pekerjaan yang membuka mata kita tentang kehidupan masa lampau, sedangkan guru adalah pekerjaan yang membuka mata anak-anak kita tentang pengetahuan. Manusia saat ini sangat awam terhadap kehidupan masa lampau...banyak hal yang masih menjadi misteri, betapa tekhnologi jaman dulu yang tanpa ada listrik dan penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar mesin, mereka mampu membuat bangunan, membangun gedung yang super megah. Hal lain yang menggelitik dari bidang ini adalah betapa dunia yang luas ini memiliki kebudayaan yang hampir serupa pada masa lampau... coba bayangkan di amerika latin terdapat piramidha, di mesir terdapat piramidha juga, di indonesia terdapat candi2. ketiga-tiganya merupakan bangunan yang super besar dibuat dengan citarasa seni tinggi, dan tidaklah mudah untuk dibuat. Bahkan mungkin manusia saat ini tidak mampu membuat hal yang serupa. (terusin besok2 lagi) Akhir-akhir ini ada dua orang teman, yang kedua-duanya mulai melirik kembali blog mereka. Setelah kedua-duanya pula mulai merasakan kejenuhan ber-facebook ria. Facebook memang merupakan situs jejaring sosial yang bisa mengakomodasi untuk segala hal, mulai dari chating, bloging, quis, games, resensi, group atau update status (semacam twitter, plurk, dsb)<---apal banget  , tetapi segala fasilitas itu ternyata tidak selalu mendatangkan hal yang positif. Fasilitas yang berlebih ini terkadang tidak memberikan kepuasan namun malahan dirasa mengganggu bagi beberapa penggunanya. Salah satu hal yang terkadang menyebalkan adalah fasilitas games dan aplikasi kuis yang bertebaran, yang terkadang menyebabkan membengkaknya jumlah permintaan dari kawan2 untuk menggunakan aplikasi tersebut. Untuk beberapa saat permintaan-permintaan itu tidak saya respon, dan alhasil ada 150 notifikasi untuk menggunakan aplikasi quiz maupun games. Dan dengan sigap permintaan-permintaan itu saya hapus dengan seksama. Selain itu banyak juga teman-teman yang tak dikenal menambahkan saya sebagai temannya...dan dengan tanpa merasa bersalah saya mulai menguranginya satu-persatu... 
Typikal pengguna facebook-pun ternyata bermacam-macam, ada teman yang suka menggunakannya untuk memainkan games, ada yang suka menguplod foto, ada yang sering menulis note, dan typikal seperti saya yang sering update status dan berkomentar kemana-mana...
>>sampai sini aja nulisnya<<<
disorientasi........karena gak kondusif situasinya...diajak ngobrol terus...lupa mo nulis apa...... 
>>>Lanjutkan<<<
Notes dalam Facebook memang salah satu hal yang memfasilitasi penggunanya untuk melakukan posting layaknya di blog, namun notes ini terkadang juga tidak memberikan kepuasan layaknya ketika kita mempostingkan sesuatu di dalam blog. Notes terkadang dianggap angin lalu bagi para pengguna facebook, karena typikal2 pengguna facebook tadi yang menyebabkan tidak semuanya tertarik unutk membaca notes.
Kenapa blog lebih dianjurkan daripada berfacebook... menurut saya, typikal pengguna facebook semacam saya yang terlalu sibuk dengan update status yang tidak memerlukan sebuah analisa atau pemikiran, atau seni menulis akan menyebabkan ketumpulan dalam berkreasi menulis. Inilah yang kemudian menyebabkan saya saat ini mencoba untuk menjadi tertarik kembali untuk menulis dalam blog ini.<<<<semoga berhasil...Amiin 
Kadang- kadang kita jengkel diajak chating secara tiba-tiba dengan teman kita yang sebelumnya invisible, atau kita tidak pernah tahu kapan teman kita itu online padahal ada sesuatu yang ingin disampaikan. Sekarang ada solusinya, sebenarnya ada banyak sekali cara yang dapat dilakukan, tapi cara ini yang menurut saya paling praktis. ada salah satu website yang khusus memberikan fasilitas untuk mengetahu status sebenarnya dari temen chating kita... alamat web tersebut ini dan ini, caranya sangat sederhana dan sangat mudah, selamat mencoba...  Mati lampu hari ke 3, sudah 3 hari ini kos2anku selalu mati lampu. Sayangnya mati lampu kali ini berbarengan dgn smangat kerja dan belajarku yang sedang menggebu. Oh pln kamu tdk hanya memadamkan lampu ku tapi jg smangatku.
Walaupun begitu poto2 tetap jalan.(gk nyambung) Wkwkwk
  Kura2 raksasa@ pantai kartini
  | Keysa | Mar 18, '09 12:40 PM for everyone |
 Foto keysa ponakanku..
-- Barkah W P, S.E. PMPK / CHSM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Phone:+628157913518  Sedikit cerita pas tgl 8 maret kemaren, rencananya pas tanggal itu aku mo maen2 ke tempat temenku yang ada di Kudus, tetapi karena suatu alasan, tepat pada hari H, akhirnya aku gak jadi ke rumah temenku. Namun karena sudah terlanjur semangat mau jalan2 ya… tetep aja ke Kudus-nya jadi. O ya aku saat itu ada di Jepara mengemban amanat dari kantor untuk mengerjakan sesuatu. Bayangan pertama yang muncul di kepala adalah Masjid Kudus, dan soto kudus. Aku memutuskan untuk mencari 2 hal tadi di kota kudus.
Berbekal sisa-sisa informasi yang diberikan temenku untuk menuju rumahnya dengan menggunakan moda transportasi umum, semangatku menyala-nyala mencari 2 targetku di kota kudus tadi. Dari Jepara aku naik angkutan umum mini bus dengan jurusan sub terminal Jetak (info yang aku dapat terminal JEMBER). Aku memilih tempat duduk disamping jendela supaya bisa menikmati pemandangan sekaligus silirnya AC (Angin Cendela) mini bus.
Udara saat itu cukup cerah dan pemandangan kanan kiri menuju kota kudus juga menarik sehingga semangatku makin berkobar. Tak terasa mini bus yang aku tumpangi telah kosong, para penumpang lainnya berbondong2 turun (aku membaca papn terminal bertuliskan Sub Terminal Jetak, so dgn pedenya aku gak turun). Akhirnya sama kernetnya aku ditegur,
" Mas udah nyampe…"(lha bukannya terminal jember???dalam hati)
Sambil kutengak-tengok ke kanan kiri, aku melihat antrian angkot dengan warna ungu terong seperti info dari temenku tadi (Info dari temenku (versi bahasaku) alurnya begini,
"kalo kamu dari Jepara ke Kudus, naik mini bus jurusan Kudus turun di terminal Jember (harusnya Jetak) naik angkot warna ungu menuju terminal kota)."
Setelah melihat angkot ungu terong tadi aku bergegas turun. Pas turun sudah ada sopir yang mengarahkan aku menuju angkot terdepan yang siap2 meluncur. Pas sampe di depan pintu masuk angkot….(what???)..kursi angkotnya udah penuh. Dengan PDnya pak sopir tadi menyuruh para penumpangnya untuk merapat. Akhirnya aku bisa dapet tempat duduk. Tak sampai disini… mobil angkot tadi tidak segera bergerak… ternyata sopirnya masih saja sibuk mencari2 penumpang… padahal pikirku aku adalah penumpang terakhirnya. Eh sopir itu dengan PD-nya lagi mempersilahkan para penumpang untuk semakin merapat…dan sang sopir juga mengeluarkan amunisi rahasia berupa dua buah bangku kecil yang satu diletakkan di tengah2 para penumpang dan yang satu tepat di bibir pintu angkot (bayangin dalam satu angkot yang volumenya 2x2x4 m3 diisi oleh 15an orang….oh my god).
Huh…walaupun berjubel-jubel dan bau keringat saling bercampur tapi semangatku tetap berkobar2. Aku dengan santainy masih berfikir mengikuti petunjuk temenku untuk menuju terminal kota kudus… ditengah perjalanan aku mulai bertanya dengan salah satu penumpang.
“ pak kalo mo ke masjid kudus naik apa ya?” sang bapak yang aku tanyai sambil kaget dia bingung (mungkin dipikirannya tidak muncul gambar masjid yang seblahnya ada menara dengan arsitektur pura hindu)
"..lha itu tadi masjid kudus…(??? Yang mana??? pikirku??? Perasaan yang habis dilewati Masjid Agung kota Kudus)…
Tiba-tiba dengan pedenya mas-mas yang duduk tepat disebelah kananku nyeletuk (padahal dia sedang telpon, dan tanpa menutup telponya dia menjawab pertanyaanku), "…lha mas-nya tadi harusnya turun ke pertigaan pas agkot kuning… tempat yang banyak di ziarahi to… harusnya tadi masnya turun pas pak sopir tadi bilang gunung muria…gunung muria.
“Ooo….” Jawabku.
"Berarti saya harus muter lagi nih mas…."
“Iya, nanti naik angkot ini lagi ke tempat yang tadi”.
Tapi karena alasan perut aku mengurungkan saran dari mas2 itu. Akhirnya angkot masuk ke terminal Kudus….waladalah….kondisi terminal Kudus kok mengerikan…. Becek lumpur dimana-mana…berlumut banyak kubangan air… mirip banget ama sawah. Aku melihat sekeliling…dan mataku tertuju ke sebuha papan Nama “ Soto Kudus”. Yah itu yang aku cari, walaupun hanya di terminal bukan tempat makan yang popular.. aku merelakan untuk mencoba soto kudus…apakah mak nyus sesuai dengan namanya yang terkenal seantero jawa…
Begitu masuk aku langsung pesen, “Soto kudus satu bu’ ”.  Soto Kudus yang Mahal
Saat itu sang ibu sedang melayani salah satu dari dua pembeli lain. Aku sedikit melirik kea rah soto pembeli lain itu
"…loh dikit amir…" ucapku dalam hati.
Karena naluri perutku yang instingnya tajam aku spontan bilang ke ibu penjualnya "…bu’ nasinya dipisah ya…" dan sang ibu mengiyakan.
Alhamdulillah ternyata permintaanku berbuah manis… soto yang aku dapat dari racikan sang ibu relatif lebih bnyak dari pembeli disampingku. Dan begitu selesai sang ibu melayani aku, pembeli tadi langsung minta nambah satu porsi lagi…
Soto kudus yang aku coba di terminal itu memang rasanya tak jauh dari soto2 lainnya, yang membedakan soto itu memiliki porsi kecambah yang banyak dan tanpa menggunakan mi, selain itu disajikan dalam porsi mini (sangat tidak dianjurkan untuk mahasiswa). Setelah melahap habis soto kudus tadi aku tanya sama ibu’nya
"...berapa bu?, tambah kerupuk satu sama es tea”.
Sang ibu menjawab dengan senyuman “9500 mas…”.
“ Waladalah mahal amir…jawabku dalam hati, di jogja bisa dapet soto dua mangkok porsi jumbo (@ pasar lempuyangan).
Dengan pura2 tenang, aku membayar…. padahal sedikit dongkol, (perasaan Kudus tuh masih di pulau Jawa deh, kok mahal amat)
Keluar dari warung soto aku sudah dihampiri sopir2 terminal
"…kemana mas...?", Tanya mereka.
"Gunung muria pak…", jawabku dengan PD nya, karena tadi aku telah mendapat info dari mas2 yang seangkot denganku.
Mas-mas tadi sempat memberikan saran untuk mengunjungi juga mata air tiga rasa, namun semangatku tidak disitu…semangatku mengunjungi masjid fenomenal yakni masjid menara kudus. Masjid yang merupakan bentuk toleransi tingkat tinggi di jamannya.
Tanpa basa-basi sopir tadi langsung menyuruhku menuju angkotnya…. Dan waladalah kuadrat…. Lebih parah dari angkot sebelumnya… kini giliranku yang menikmati senjata pamungkas sang sopir yakni dingklik pinggir lawang.
Yah walaupun sedikit kecewa tapi aku bersyukur juga… karena dengan duduk di deket pintu keluar sama dengan menikmati AC dan pemandangan. Karena dalam kondisi penuh maka sang sopir tanpa ragu lagi langsung menancapkan (istilah yang bener apa ya?) gas-nya sekencang2nya menuju gunung muria. Jarak yang ditempuh angkot ini relative lebih jauh dibandingka dengan angkot Jetak terminal kota….selain itu jalan yang ditempuh juga menanjak terus… karena gunung muria merupakan sebuah pegunugan.
Selama perjalanan menuju Gunung Muria tidak ada hal unik apapun yang ditemui sepanjang jalan. Yang muncul dibenakku saat itu adalah Gunung Muria hamper mirip dengan Kaliurang… karena semakin naik ke atas udaranya dingin… di jalan menuju Gunung Muria terlihat pemandangan yang indah.. mirip dengan Hargodumilahnya Pathuk+ Piyungan. Hamparan sawah, waduk da rumah2 penduduk Kudus terlihat jelas… dari jauh terlihat mendung yang menurunkan hujan sangat indah.
Setelah berjalan kurang lebih 45 menit, angkot yang aku tumpangi mulai memasuki kawasan wisata ziarah Gunung Muria. Terlihat banyak sekali bus-bus dan kendaraan pribadi baik dari dalam dan luar kota berdesakan ingin memasuki kawasan ini. Gerbang tiket masuk pun mulai terlihat…dan angkot dengan sigapnya myelonong memasuki jalan khusus yang diperuntukkannya dan para penumpangpun tidak dipungut biaya apapun di gerbang tadi. Padahal terlihat di papan besar tertulis pengunjung dewasa 2000 rupiah (Alhamdulillah hemat 2000).
Angkot tadi pun berhenti di dekat jalan menuju objek wisata tersebut. Dari luar telah banyak tukang ojek yang berjubel berebut menawarkan jasa tumpangan (pikirku tukang ojek ini mengantarkan ke obwis lain tapi….tunggu ceritanya yah). Begitu turun dari angkot hal yang pertama aku lakukan adalah memakai jaket… karena udara di sekitar sangat dingin. Aku mulai menoleh ke sekelilingku mencari objek wisata yang memiliki daya magnet besar ini… ada satu jalan yang diejali orang, benar saja.. semua orang berjalan menuju kearah itu aku mulai berjalan dan mengikuti rombongan pengunjung lain yang saling mengobrol dengan logat bandung. Begitu memasuki gang yang tidak terlalu lebar… sekitar 5 m terlihatlah gerbang besar bertuliskan “ GAPURA MAKAM R UMAR SA’ID (SUNAN MURIA)”.
Bayangan akan melihat masjid menara kudus-pun menjadi sedikit ilang… coz dulu ketika berkunjung kesana aku nggak menjumpai gerbang semacam ini. Walaupun sedikit ragu akan menemukan masjid menara kudus disitu, aku tetap berjalan mengikuti rombongan. Begitu memasuki gerbang kita dihadang kotak infak dan penjual makanan berupa jenang dodol kudul dan sejenis umbi2an (mungkin banyak tumbuh sekitar daerah situ)… 
 Jalan menanjak dan kanan kiri dipenuhi pedagang
Ketika menapak jalan semakin menanjak dan pengunjung semakin berjubelkann kiri jalan pun dipenuhi penjual makanan dan souvenir.
Hal unik yang aku lihat disana adalah penjual VCD yang menjajakan VCD pengajian, dan VCD dangdut versi kasidahan. Selain itu juga ada penjual pisang godog yang ukuran pisangnya sangat besar (panjangnya +/- 2 kali pisang ambon, mungkin makan satu aja udah kenyang). Aku nggak begitu memperdulikan para penjaja makanan dan souvenir yang menjajakan dagangannya, aku hanya ingin segera sampaike tujuan….ternyata untuk melewati lorong tadi tidak semudah dan secepat yang diperkirakan, semakin ke atas semakin banyak pengunjung yang beristirahat di kanan dan kiri jalan, bahkan wajahku saat itu mulai basah dengan keringat tapi tetap saja aku melangkah tanpa henti, sekalian olah raga.
O ya sepanjang jalan juga banyak penjaja bunga dan botol aqua kosong (harganya 1000 per botol)… walaupun penasaran aku tetap aja berjalan terus tanpa memperdulikan rayuan sang penjual. Setelah hamper ½ jam berjalan mulai bermunculan penjual tas kresek… karena sandal harus dibawa masuk ke dalam makam, untung aku saat itu membawa tas gendong jadi aku gak perlu beli tas kresek (harganya 500 per buah,hemat 500 lagi nih).
Benar saja setelah melewati penjual2 kresek tadi aku menjuampai bangunan modern yang katanya makam sunan muria..haduh gagal deh, ternyata bukan masjid menara kudus yang kujumpai tapi makam sunan muria. Tapi gak papa deh, udah terlanjur sampai atas sekalian berziarah ke makam sunan. bersambung.... nulisnya juga capek nih....
Nias adalah sebuah pulau yang bisa dibilang cukup luas, terletak di sebelah barat pulau Sumatera, tepatnya sebelah barat Provinsi Sumatera Utara. Nias merupakan Kabupaten kepulauan yang beribukota di Gunungsitoli. Pantai merupakan hal yang melekat yang tidak bisa dilepaskan dari nias. Sebagian besar penduduk Nias merupakan nelayan dan petani. 
Pantai disepanjang kota Gunungsitoli merupakan selat yang lebar yang menghadap ke Pulau Sumatera. Hal inilah yang menyebabkan pantai sepanjang Gunungstoli memiliki ombak yang tenang, hal ini pulalah yang mnyebabkan Gunungsitoli (walaupun berhadapan dengan pantai) namun tidak memiliki angin yang kencang. Kelebihan lain adalah pantai di Gunungsitoli memiliki pemandangan yang menakjubkan, namun hal ini tidak dioptimalkan sebagai bentuk pariwisata sehingga menjadi sesuatu yang biasa bagi masyarakat Nias. Salah satu pemadangan yang diambil dari pelabuhan lama Gunungsitoli saat matahari terbit seperti foto diatas.

Pelabuhan lama merupakan salah satu pelabuhan yang ada di Gunungsitoli. Pelabuhan ini hancur ketika terjadi bencana Tsunami dan Gempa di Aceh dan di Nias. Sehingga Pemda Nias mendirikan pelabuhan baru yang letaknya kurang lebih 3 KM dari pelabuhan lama. Walaupun telah dibuat pelabuhan baru, bukan berarti Pelabuhan lama sudah tidak digunakan. Pelabuhan lama tetap digunakan ketika pelabuhan baru sedang crowded. Foto diatas merupakan gambar kegiatan di pelabuhan lama pada pagi hari. 
Kegiatan lain di sekitar pelabuhan lama adalah kegiatan para nelayan yang akan melaut untuk mencari ikan. Nelayan ini menyingkir setelah ada kapal fery penumpang yang datang dari sibolga.
Sesuatu yang unik dan selalu dapat disaksikan di sekitar pelabuhan lama adalah banyaknya elang laut yang setiap sore hari melayang-layang diudara pantai gunungsitoli. Elang-elang tersebut mencari makan berupa ikan laut di pantai karena saat sore hari pantai menjadi dangkal dan banyak terlihat ikan dari atas. Tak jauh dari pelabuhan lama kita dapat menjumpai bangunan kebanggaan orang Nias yakni pendopo. Pendopo merupakan tempat diselenggarakannya hajatan besar dan event-event khusus di Nias. Pendopo ini terletak tak lebih dari 500 m dari pelabuhan lama. 
Pendopo Nias memiliki bentuk menyerupai bangunan rumah adat Nias. Salah satu rumah adat yang masih utuh dan memiliki bentuk sempurna adalah milik kepala RSU Gunungsitoli. 
Rumah ini unik karena didalamnya hanya berbentuk ruangan besar melingkar. Pintu masuknya dari sebelah belakang dan samping. Beratap rumbia dan seluruh dinding dan bangunannya berasal dari kayu sejenis kayu jati.

RSU gunungsitoli terletak tidak jauh dari pendopo Nias. Kami saat ini bekerja disana dalam rangka membantu RSU Gunungsitoli membenahi sistem manajemen dan Billing systemnya. RSU ini mengalami kerusakan parah sewaktu Gempa bumi dan Tsunami pada tahun 2004 silam. Saat ini bangunan RSU Gunungsitoli masih belum selesai dibangun kira2 70% bangunan yang baru selesai.
Nias,...Desember 2008  | Ya'ahowu | Nov 19, '08 9:04 PM for everyone |
Kalau anda pergi ke pulau Nias, tulisan atau kata pertama yang akan kita lihat dan kita dengar adalah Ya'ahowu. Orang nias sangat senang dengan kata ini, apalagi setelah yahoo.com menjadi situs raksasa (opo hubungane....). Ya'ahowu bisa diidentikan dengan selamat untuk segala waktu...opo meneh yo....arep nulis blog tapi susah banget je...mumet aku....kayaknya agak stress nih di Nias...Ya'ahowu dah....
 | NIAS | Oct 13, '08 1:24 AM for everyone |
|  | 10 Hari di Nias.... |
Pas mudik kemarin...alternatif-alternatif yang udah tak tulis sebelumnya ternyata masih kurang..ada satu alternatif lagi yang lebih praktis dan nyaman dibanding alternatif lainnya. Yakni dengan naik KA disambung KA.... dari Jogja Naik KA Prameks ke Kutoarjo, setelah itu nyambung lagi naik KA jurusan bandung, dalam konteks ini naik Kutojaya/Sawunggalih selatan jurusan Kutoarjo-Kiaracondong. Ada dua alasan kuat kenapa alternatif ini paling enak dibanding alternatif lainnya.
1. waktu kepergian pagi-siang hari so masih banyak angkutan darat...kalo musti turun di Banjar masih gampang nyari bus, gak harus nunggu bus besar jurusan tasik-purwokerto 2. naik KA biayanya murah, waktu tempuhnya cepet 3. dijamin gampang dapet tempat duduk, coz kereta Kutojaya startnya dari kutoarjo...
Untuk menempuh alternatif ini, kita harus naik Prameks dari stasiun Tugu/ Lempuyangan +/- 06.40 pagi, coz Prameks jurusan Kutoarjo yang kedatangannya deket ama jadwal keberangkatan Kutojaya cuman jam segitu, sampe di Kutoarjo sekitar jam 07.40. di Kutoarjo kita punya waktu istirahat sekitar 30 menit. Kereta kuto jaya akan sampai di Stasiun Sidareja sekitar pukul 12.30.
Dengan alternatif ini duit yang keluar adalah Rp 7000 (prameks) + Rp 18.000 (Kutojaya). selain lebih murah dan lebih murah daripada bis, juga lebih nyaman, karena probabilitas dapet tempat duduknya tinggi.
met mudik....

Alhamdulillah, walaupun belom dapet pekerjaan tetap tapi lumayan bisa nyambi2 cari pengalaman. Tepat 2 hari habis wisuda, dihubungin ama Bu Zuni, diminta data skripsi, sama ditawarin proyek. Yah, walaupun awalnya ragu, coz di proyek ini ceritanya langsung diterjunin ke lapangan, apalagi objeknya rumah sakit, tapi insyaAllah bisa lah!
So sampai saat ini baru sempet nganggur 4 hari, coz terhitung tanggal 1 kmaren dah dianggap ikut gabung ke proyeknya PMPK FK UGM. Tanggal 14 nanti musti terbang ke Nias, padahal blom pernah sama sekali naik pesawat, rasanya gimana yah? takut juga je, coz harus transit 2 kali, apalagi Indonesia kan pesawatnya angker. Temen2 saya minta do'anya yah..semoga disana nanti kerjaan bisa lancar dan gak ada masalah berarti disana. Seri 3 ini adalah alternatif perjalanan yang tidak biasa: 1. dengan Mobil Karena gak punya mobil, maka saya gak bisa memperkirakan berapa biaya yang keluar. tetapi jikia mobil charter bisa mencapai 400rb (akan hemat jika mudik dilakukan 6 orang, @Rp65.000,-). Dengan mobil, waktu tempuh akan relatif lebih singkat, dengan melalui jalur Jogja-Bandung via sampang maka dapat ditempuh dengan waktu 4 jam. 2. dengan Motor Dengan motor perjalanan akan sangat melelahkan, walaupun waktu tempuh bisa lebih cepat tapi jika kita kebanyakan istirahat maka waktu akan molor juga. Sedangkan dari sisi biaya sangat hemat dibandingkan dengan menggunakan alat transportasi lain. waktu tempuh sekitar 5-7 jam, dengan bensin (untuk ukuran motor gak boros tapi gak hemat juga) sekitar 5 liter (5*6000=30.000) + oli Rp 20.000,-= Rp 50.000,-, akan hemat untuk mudik 2 orang, shg @ Rp 25.000,- 3. dengan KA + Bus Naik KA prameks menuju Kutoarjo akan menghemat waktu 1 jam, selain itu juga menghemat biaya Rp 3000,-, seturun di Stasiun Kutoarjo Mudikers dapat berjalan ke terminal kutoarjo yang jaraknya +/- 100 m, naik jurusan tasik/ majenang, atau purwokerto dg cttn turun di buntu ganti jurusan sampang, trus ke buntu, trus ambil jurusan banjar/ tasik. Total biaya yang dihabiskan KA Prameks Rp 7000,- + Bus sampai MAjenang Rp. 25.000,- = Rp 32.000,- dengan waktu tempuh sekitar 5 jam
Selamat Mudik buat orang Majenang yang ada di JOgja...semoga tips ini berguna
| |